Trip to Rote Island

Trip to Rote Island selama 3 hari – 22-24 April 2017, akan menjadi kenangan terindah karena baru pertama kali menginjakan kaki di pulau asal Sasando ini. Selain itu keindahan pemandangan Pulau Rote memang memanjakan mata, menentramkan pikiran dan lebih mem-bunga-kan hati. Tidak menyesal sudah berjuang untuk sampai di sini. 🙂

Destinasi yang sudah terkenal sampai luar negeri adalah pantai #nembrala karena menjadi destinasi surfing. Tempat ini diincar para ‘bule’ untuk berselancar ria. Maka pengelolaan kawasan sepanjang pantai sudah sangat bagus dan nyaman, serasa seperti di Bali.

IMG_8196

Sunset di Pantai #numbrela

Foto-foto di atas adalah penampakan Pantai #nembrala. Sebenarnya bukan hanya menjadi destinasi surfing, pantai Nembrala memang indah untuk dinikmati. Nyiur-nyiur hijau melambai-lambai di sepanjang pantai yang menambah kesempurnaan Nembrala menjadi spot untuk sunset. Serasa matahari berjalan melewati lambaian nyiur-nyiur hijau yang sedang lambaikan cinta pada dia yang di seberang lautan 😀 .

Di Rote, pulau paling Selatan Indonesia, juga terdapat destinasi pantai lain yang layak untuk dikunjungi seperti pantai #Oesasole atau yang dikenal juga dengan nama pantai ‘Love’. Sayup-sayup terdengar cerita mengenai nama Love. Di pantai ini terdapat sebuah karang besar di tepi pantai yang berbentuk seperti hati – sign of love. Sepintas tidak terlihat bentuk hati tetapi jika dilihat dari sudut tertentu memang batu ini berbentuk hati.

Mungkin cintanya terlampau dalam sehingga hanya orang-orang budiman, pandai dan tidak sombong yang bisa melihat ketulusan cintanya. 😀

Pantai ini juga bersih dengan jenis pasir yang berbiji besar seperti biji padi. Warnanya putih kekuning-kuningan. Berbeda dengan pantai Nembrala, di pantai ini terdapat banyak pohon jenis pinus. Pantai Nembrala di sebelah Barat Pulau Rote, sedangkan pantai ini di sebelah Timur, sehingga mungkin akan pas untuk spot sunrise.

Dalam pengembaraan mencari pantai Oesasole ternyata kami menemukan pantai #P. Dinamakan pantai P karena lekukan pantainya yang menyerupai huruf P. Letaknya tidak berjauhan dengan pantai Oesasole kurang lebih 5 km tetapi pasir pantainya sangat berbeda. Pantai Oesasole memiliki jenis pasir yang berbiji besar dan kasar tetapi di pantai P, jenis pasirnya sangat halus dan berwarna putih. Sangat putih dan bersih sebersih cintaku 😀 .

IMG_8425IMG_8501

#triptoroteisland diakhiri dengan petualangan mencari Pantai Inaoe yang punya nama lain Pantai Perawan. Pantai ini tergolong baru bagi masyarakat Pulau Rote sendiri karena akses menuju ke sana baru dibuka. Pantai ini baru coba dipromosikan ke publik untuk menjadi destinasi wisata di Rote.

Karena baru maka jalan menuju ke pantainya butuh perjuangan yang sangat keras terlebih jika menggunakan sepeda motor. Sebagian besar jalan tidak beraspal, berbatu dan terdapat beberapa turunan yang memiliki kemiringan hampir 90 derajat.

Akan tetapi rasa cape bisa terbayarkan dengan panorama pantainya yang indah karena bentuk pantainya yang menjorok masuk ke daratan dan diapiti oleh bukit-bukit karang. Pantainya tenang dan cocok untuk mencoba akrobat loncat ke dalam air laut dari atas tebing karang. Gambar Pantai Inaoe – Pantai Perawan.

Terdapat lorong-lorong sempit yang bisa dilalui. Lorong-lorong ini kering dan sepintas terlihat seperti Petra di Yordania.

Rote Island memang indah dan cantik secantik nona-nona Rote 😀 . So, jangan lupa mampir ke Pulau Rote untuk piknik sekedar melupakan panik akan pekerjaan yang menumpuk.

Advertisements

Air Tagepe

Belakangan muncul satu objek wisata baru di kabupaten TTS bernama Air Tagepe. Tempat ini terletak di desa Noinbila kecamatan Mollo Selatan – sekitar 10 km sebelah utara kota SoE dengan mengambil jalur jalan menuju Kapan.

Air Tagepe. Dari namanya sudah bisa diketahui bahwa tempat wisata ini adalah jenis wisata air atau aquatic. ‘Tagepe’ berasal dari Bahasa Melayu Kupang yang dalam Bahasa Indonesia baku sama artinya dengan ‘terjepit atau terhimpit’. Sehingga Air Tagepe artinya air yang terjepit atau terhimpit. Tempat ini dinamakan Air Tagepe karena aliran air mengalir melewati celah barisan tebing batu yang sangat sempit. Lebar kedua sisi tebing bervariasi mulai dari 1 meter hingga 3 meter. Beberapa bagian memiliki lebar hanya 1 meter dan bagian lain berlebar 3 meter.

Air Tagepe adalah sebagian dari arus sungai yang memiliki hulu dan hilir namun hanya bagian ini yang memiliki keunikan. Bagian arus sungai ini yang menarik dan kelihatan indah karena barisan tebing batunya yang sangat mempesonakan mata. Barisan tebing nampak seperti hasil pahatan. Beberapa bagian lain berbentuk seperti gua-gua kecil. Tebing batu berwarna cokelat kehijau-hijauan karena lumut yang menempel. Tingkat kelembaban sangat tinggi di areal ini sehingga wajar kalau berlumut dan licin. Ada beberapa pancuran air yang mengalir turun melalui sisi-sisi tebing dan ada satu bagian yang berbentuk air terjun kecil. Semua bentuk tebing batu ini adalah proses alami.

Arus air tagepe sendiri tidak terlalu deras, walau air mengalir melalui tempat yang sempit. Terdapat beberapa genangan air yang cukup dalam sekitar 1 meter – setinggi dada orang dewasa. Orang dewasa tentu sangat enteng berjalan menyusuri sungai tetapi untuk anak-anak perlu diwaspadai oleh orangtua karena bisa tenggelam. Airnya juga dingin. Selain itu dasar sungai berbatu yang mana bisa melukai kaki jika tidak berhati-hati dan licin.

Areal Air Tagepe ini juga adalah areal hutan. Alam masih hijau dan sejuk karena banyak pohon rindang dan udaranya cukup dingin. Siang semakin terik di luar sana tetapi di areal Air Tagepe, yang ada hanya kesejukan dan rasanya ingin memeluk hangatnya kekasih di sini. Tetapi jika tak membawa kekasih, anda bisa memeluk pohon-pohon yang sudah setia menunggu anda. Suasana romantisme bercinta dengan alam di sini semakin indah dengan terdengarnya suara merdu burung-burung yang berkicau riuh rendah.

Tempat ini indah untuk diabadikan dalam setiap jepretan foto. Anda bisa menyusuri jalur Air Tagepe sepanjang 1 km sampai menemui air terjun dan pastikan anda membidik setiap sudut tempat ini untuk sewaktu-waktu bisa dikagumi ketika anda sudah menjauh darinya. Oh ya,..Air Tagepe pernah menjadi satu areal kunjungan MTMA (My Trip My Adventure) yang tayang di Trans TV pada hari Sabtu, 4 Februari 2017.

Satu pesan dari bro Nicholas Saputra – artis dan traveler sejati. ‘Kadang HP atau kamera saja yang diberi memori, tetapi otak kita lupa dikasih memori.’ Kata-katanya dalam broers. Jadi jangan lupa, otak dan hati kita harus selalu dikasih memori setiap mengunjungi tempat-tempat yang indah seperti ini. Semoga anda paham maksudnya. Kalau tidak paham, sering-seringlah mengunjungi alam bebas.

Air Tagepe menyimpan banyak keindahan broers. Tetapi dibalik keindahannya pengunjung perlu waspada dan berhati-hati. Pada musim hujan, tebing batu yang sempit ini bisa rawan longsor. Selain itu juga perlu waspada akan bahaya banjir. Sudah pasti jika terjadi banjir, air akan mengalir sangat deras dan dalam pada areal sempit seperti ini.

Akhir kata, sempatkan diri menikmati keindahan alam wisata Air Tagepe. Sekian.

IMG_7716IMG_7764IMG_7699IMG_7697IMG_7717IMG_7723IMG_7708IMG_7730IMG_7727IMG_7801

Dear Karina Nadila Niab…

Saya sangat menikmati proses pemilihan Puteri Indonesia 2017 yang ditayangkan live di salah satu stasiun TV swasta. 4 jam saya menonton tayangan langsung ini. Awalnya saya senang menonton bukan karena ingin melihat pemilihan Putri Indonesia, apalagi saya tahu bahwa selama ini – tahun demi tahun propinsi NTT belum pernah mendapatkan juara dan prestasi terbaik sebelumnya yaitu 2 kali masuk dalam fase top 10, tahun 2015 dan tahun 2012 – 2013 (sumber: Putri NTT ). Alasan saya bertahan menyaksikan live ini karena ada penampilan Magenta Orchestra yang di-lead oleh bang Andi Rianto – my favorite karena saya suka musik orkestra. Selain itu juga karena ada penampilan spesial dari Daniel Powter . Dan saya tahu pasti beliau akan menyanyikan lagu hits-nya, ‘Bad Day’.

Beberapa saat menyaksikan proses pemilihan ini, antusias saya tiba-tiba meningkat kala melihat wakil dari propinsi NTT melaju ke babak 10 besar. Ya, ada sedikit hiburan dan boleh dikata ‘luar biasa’. Masyarakat NTT yang menyaksikan tayangan ini pasti ikut merasa senang dan antusias. 10 besar rasanya sudah juara. Kita bangga akan propinsi NTT dalam ajang pemilihan bergengsi seperti ini walau baru masuk 10 besar.

Saya pun menunggu proses selanjutnya yaitu proses tanya jawab seperti yang diserukan oleh host Chocky Sitohang dan Zivanna Letisha Siregar . Dan ketika mendengar jawaban anda yang tepat dan penuh percaya diri, saya sudah menduga bahwa anda akan melaju sempurna ke babak 5 besar. Tepat kan, dengan senyum manis manja anda melangkah maju saat nama anda disebutkan untuk maju ke babak 5 besar (tahun ini sebutannya 6 besar karena ada tambahan 1 quota pilihan pemirsa). Katong semakin bangga. Beberapa orang yang menonton bersama saya (baca adik-adik) mulai bertanya-tanya. Ini nona ke pernah liat di mana ko?! Ini nona kayanya dari Kupang kah?! Kayanya ini nona tinggal di Jawa?! Kayanya dia artis?! Ya, walau ada banyak pertanyaan dan kontroversi sana-sini tetapi kita tetap bangga punya wakil NTT di babak 6 besar ini.

Proses tanya jawab di babak 6 besar dimulai. Pada sesi ini tim juri yang memberikan pertanyaan setelah peserta memilih buah apel yang di dalamnya berisi nama si penanya. Saya kok bisa ikut-ikutan deg-degan menanti giliran anda. Beberapa peserta sudah menjawab dan rasanya pertanyaan-pertanyaannya cukup sulit sehingga beberapa peserta menjawab dengan terbata-bata dan kelihatan gugupnya.

Tiba giliran anda. Saya menanti anda memberikan jawaban 😀 . Dan sangat mengesankan. Excellent dear Karina. Saya kira ini momen terbaik anda dalam proses pemilihan Puteri Indonesia 2017. Pertanyaan dijawab dengan sempurna dan percaya diri. Suara anda lantang dengan mimik yang anggun mempesona. Jawaban anda mengenai sejarah yang hanya tersimpan di perpustakaan itu sangat luar biasa. Saya kira dewan juri juga sangat terpanah dengan jawaban anda dan the best dari peserta 6 besar yang lain. Saya sangat yakin bahwa anda maju ke babak 3 besar.

Karina Nadila, NTT.

Perkiraan saya tepat. Anda di 3 besar. Kali ini lebih luar biasa karena sejauh ini belum ada Puteri NTT yang melaju ke babak 3 besar. Anda merupakan yang pertama bagi wakil NTT di ajang pemilihan Puteri Indonesia yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1992. Tentunya orang NTT sangat bangga. 10 besar rasanya seperti sudah juara, apalagi babak 3 besar. Keyakinan pun sempat melayang tinggi bahwa anda akan dimahkotai sebagai Puteri Indonesia 2017. Dan kali ini alasan masih bertahan menonton pemilihan Puteri Indonesia yang ke-21 ini adalah karena ada wakil propinsi NTT dan itu anda dear nona Karina.

Dear Karina…well, this is a competition. There is another god in a competition which is Jury. Selama proses pemilihan ini anda mungkin tahu siapa yang berhak atas mahkota juara, tetapi keputusan juri adalah hal yang mutlak dan tak dapat diganggu gugat. Anda sudah tampil maksimal, tetapi kembali bahwa juri sangat memegang peranan penting dalam kompetisi ini.

Tragedi pembacaan ulang runner up 2 tentu sangat mengecewakan. Amplop segel yang dibuka oleh host ternama dan berkelas seperti Chocky Sitohang rupanya adalah kekeliruan dan tak sah. Rupanya host sekelas Chocky dan Zhivanna bisa salah membaca nama peraih runner up 2 Puteri Indonesia 2017. Anyway kita tetap berpikir positif bahwa host dan juri sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, transparan dan akuntabel. And no cheatting.

Dear Karina… anda adalah pemenang di hati orang NTT walau hanya dinobatkan sebagai runner up 2 Puteri Indonesia 2017. Prestasi yang tentunya di luar dugaan karena merupakan yang pertama dalam ajang kompetisi ini. Anda sudah membantu mengharumkan nama NTT dalam ajang kompetisi level nasional seperti ini. Belum lama ini nama-nama seperti Mario Klau dan Andmesh Kamleng menjuarai kompetisi pencarian bakat yang ditayangkan TV swasta. Anda juga dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia 2017 sudah menaikan harkat dan martabat orang NTT. Propinsi NTT ini adalah propinsi yang besar dan sudah sepantasnya dibicarakan bukan kerena kemiskinan dan kekeringan tetapi karena kualitas manusianya yang bisa memberi perubahan bagi kemajuan Indonesia dalam dunia seni.

Dear Karina…anda dinobatkan menjadi runner up 2 Puteri Indonesia dan otomatis anda juga dinobatkan sebagai Puteri Pariwisata Indonesia 2017. Ini sangat menarik dan tentunya menantang. Sama seperti Indonesia, orang asing lebih mengenal Bali dari pada Indonesia itu sendiri. Orang Indonesia lebih mengenal Labuan Bajo dari pada NTT. Artinya bahwa pariwisata di NTT perlu mendapat perhatian lebih. Ada banyak sumber daya pariwisata di NTT tetapi baru ¼ yang dikelola dengan baik. Ada banyak tempat wisata di NTT seperti wisata pantai, wisata pegunungan, wisata hutan, wisata air terjun, wisata religi tetapi belum dimaksimalkan. Semoga kehadiran anda sebagai Runner Up 2 Puteri Indonesia 2017 dan sebagai Duta Pariwisata Indonesia 2017 bisa membawa berkah bagi kemajuan pariwisata di propinsi NTT.

Akhir kata, selamat atas pencapaian anda dan selamat berkarya untuk kemajuan Indonesia dan kemajuan propinsi NTT. Kotong Orang NTT Bisa!

Salam

KarinaKarinaa

Manusia Menciptakan Kiamatnya Sendiri

Dulu saat masih kecil, ketika duduk di bangku SD sering Kiamat dibicarakan di ruang kelas. Kiamat, oleh bapa ibu guru terlebih guru agama, acapkali digambar sebagai sesuatu yang mengerihkan, membuat merinding dan menakutan. Sebab kiamat dikatakan sebagai kutukan Tuhan yaitu saat di mana dunia (baca: bumi) terbalik. Dunia hancur berkeping-keping dan saat itu hanya akan ada kegelapan, tidak ada lagi cahaya matahari, bulan dan bintang. Semua manusia akan binasa beserta penghuni bumi lainnya.

Penyebab dari kiamat ini yaitu karena Tuhan murka akan perbuatan ciptaanNya yang selalu membuat ‘salah dan dosa’. Lantas guru agama mencontohkan perbuatan dosa seperti ini: di rumah melawan orangtua, memaki (omong kotor) kepada orangtua, tidak membantu orangtua. Di sekolah melawan guru. Malas bersekolah. Malas ke Gereja, dll. Penjelasan yang sangat sederhana tetapi artinya sangat dalam gaesss terlepas dari apa itu benar atau tidaknya penjelasan tersebut.

Kiamat sebagai saat di mana dunia terbalik, dunia hancur sepertinya bukan lagi kamuflase seorang guru SD mengajari muridnya. Sekarang dan saat ini, boleh dikatakan bahwa dunia kita sedang mengalami kiamat. Manusia, sadar atau tidak sadar, sedang dilingkupi kiamat yang sangat mengerihkan dan di mana-mana kita dihinggapi rasa takut dan waspada tingkat tinggi.

Tangisan anak-anak Suriah meratapi orangtuanya atau sebaliknya para orangtua yang meratapi anak-anaknya yang hilang ditelan puing-puing bangunan yang hancur dihantam bom. Kisah sedih anak-anak Afrika yang sekarat akibat kelaparan. Belum lagi penyebaran virus-virus mematikan di negara-negara di benua Afrika. Pertanyaannya mengapa virus-virus mematikan ini selalu berawal dari benua hitam? Apakah virusnya suka milih tempat gaes..virus kurang ajar nih namanya! 😀

Kisah para imigran berkulit hitam yang tiada henti mendapat perlakuan rasis di negara adidaya yang konon katanya sangat menghargai hak asasi manusia. Di benua biru teror dari para peneror semakin brutal, bom di Prancis, Turki, penembakan liar di jalan-jalan dan serangan di tempat ramai di Prancis dan Jerman. Dan yang terbaru penembakan Duta Besar Rusia untuk Turki oleh terrorist yang berakibat pada ketegangan dunia kalau-kalau terjadi perang dunia. Kalau sampai Mr. Putin marah, tau sendiri kan gaess!

Di negeri sendiri kita dihadapkan pada kisah pilu penistaan. Rentetannya minoritas agamais lain mulai dihadapkan pada situasi sulit mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam menjalankan dan mengamalkan kepercayaannya. Lantas pelaku politik yang katanya sangat patuh pada dasar dan falsafah Pancasila ikut menunggang ‘penis-taan’ untuk mengambil untung. Kasus bom di depan Gereja di Samarinda, kasus penganiayaan anak-anak SD di Sabu (NTT). Dan masih banyak lagi kisah tragis yang terjadi di negeri kita.

Seorang ayah yang malam ini berbincang penuh canda dengan anaknya bisa jadi keesokan harinya ia akan menjadi kenangan. Seorang suami yang malam ini sangat menikmati malam pertamanya dengan rayu cumbuh, bisa jadi keesokan harinya istrinya menangisinya sambil memikirkan masa depan calon buah hatinya yang tidak lagi ber-ayah. Seorang anak yang malam ini belajar keras menghadapi ujiannya di sekolah, bisa jadi itu adalah pamitan terakhirnya pada masa depan yang sudah ia cita-citakan. Sebuah keluarga yang sementara menikmati waktu rileks bersama bisa jadi itu adalah kebersamaan terakhir mereka. Apapun yang terjadi malam ini dan saat ini, bisa jadi yang terakhir. Karena apa? Karena kiamat menghampiri kita pada saat yang tidak disangka-sangka.

Pada saat ini boleh dikatakan bahwa kiamat bukan lagi kutukan Tuhan sebagaimana digambarkan oleh guru agama dulu, tetapi lebih karena manusia sudah menjadi serigala terhadap sesamanya sendiri. Manusia menciptakan kiamatnya sendiri dengan dalil ‘mati suci’, bela agama, bela harga diri, bela suku, bela negara dan lain sebagainya. Kalau alasannya sudah seperti ini kan sama bahwa manusia menciptakan kehancuran bagi dunianya sendiri. Manusia menjadi pembawa kemalangan bagi manusia lain.

Jangan sampai hal yang lebih mengerihkan terjadi di mana dunia di sekitar kita benar-benar hancur selamanya. Jangan sampai bahwa suatu waktu ‘kedamaian dan ketenangan’ hanya jadi impian.

Merry Christmas and Happy New Year 2017 🙂  

Bahasa Dawan – Uab Meto

Bahasa Dawan dikatakan sebagai bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Oleh penutur asli, bahasa Dawan juga disebut Uab Meto atau Molok Meto.

Bahasa Dawan atau Uab Meto adalah salah satu bahasa dengan jumlah penutur yang banyak – sekitar 600.000 lebih penutur. Penutur bahasa Dawan tersebar di pulau Timor khususnya Timor Barat yang mencakup wilayah kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), sebagian wilayah selatan kabupaten Kupang seperti Buraen, Amarasi, wilayah utara seperti Amfoan. Bahasa ini juga ditutur oleh sebagian masyarakat di kantong wilayah Timor Leste – Ambenu.

Tersebarnya penutur bahasa Dawan di berbagai wilayah ini maka dengan sendirinya berpengaruh pada ‘dialek’. Antara wilayah satu dengan wilayah yang lain, ada perbedaan dialek. Misalnya dialek di wilayah kabupaten TTU berbeda dengan dialek di wilayah TTS atau kabupaten Kupang. Sementara di wilayah TTU sendiri, ada perbedaan dialek pula antara satu atau beberapa kecamatan dengan kecamatan lain, misalnya dialek orang Insana berbeda dengan dialek orang Miomaffo dan Noemuti.

Peta Persebaran Bahasa Dawan - Uab Meto
Peta Persebaran Bahasa Dawan – Uab Meto (sumber : www.indonesiatraveling.com)

Bahasa Dawan sejatinya belum memiliki struktur resmi atau baku, baik kosa kata dan struktur kalimatnya. Bukti-bukti tertulis mengenai bahasa ini memang agak sulit ditemukan. Artinya bahwa bahasa ini lebih banyak digunakan secara lisan atau ditutur dari pada didokumentasikan dalam bentuk tulisan. Hampir pasti tidak ada cerita-cerita daerah yang dituangkan dalam bentuk tulisan bahasa Dawan.

Sering ada semacam candaan bahwa bahasa Dawan atau Uab Meto lebih gampang ‘di-omongkan’ dari pada ditulis. Jika bisa ditulis, penutur asli bahkan akan kesulitan untuk membaca kembali tulisan dalam bahasa Dawan tersebut:-) . Penutur asli merasa ‘kesulitan’ untuk membaca kembali tulisan dalam bahasa Dawan karena memang ‘tekanan-tekanan’ dalam bahasa verbal tidak nampak dalam kosa kata yang tertulis.

Bahasa Dawan dipengaruhi juga oleh kolonialisasi – Portugis, Belanda. Kata-kata yang berkaitan dengan keagamaan (Kristen) banyak diserap ke dalam bahasa Dawan. Bahasa Indonesia juga berpengaruh dalam bahasa Dawan, menjadi bahasa serapan tetapi dengan cara tutur yang sedikit berbeda dan bisa sama seperti bahasa Indonesianya.

Terlepas dari kompleksitas bahasa Dawan ini, beruntung bahwa seiring dengan perkembangan teknologi – this heavenet, ada banyak penutur asli Dawan atau Uab Meto yang mulai mendokumentasikannya dalam bentuk tulisan. Beruntung ada Pak Yohanes Manhitu – penutur Dawan asli yang telah mendedikasikan seluruh dirinya untuk menciptakan dan membuat kosa kata-kosa kata baku dalam bahasa Dawan. Beliau juga sering membuat opini, cerita bahkan puisi dalam bahasa Dawan dengan menggunakan kosa kata yang ia ciptakan. Sekiranya karya beliau yang akan menjadi baku untuk digunakan oleh setiap penutur Uab Meto.

Saya yakin bahwa beliau telah berhasil membuat bahasa Dawan menjadi hidup dan menghidupi setiap penuturnya menjadi manusia yang sadar akan kekayaan budayanya. (Disadur dari berbagai sumber)

Lovely Sasando

Sasando menjadi salah satu alat musik tradisional dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Lebih khusus, alat musik ini berasal dari pulau Rote, salah satu pulau di NTT dan merupakan pulau terluar dan paling Selatan Indonesia. Sasando tentunya lahir dan dilestarikan turun-temurun oleh masyrakat Rote. Mereka yang ahli memainkan alat musik ini yang kemudian secara kedaerahan diakui sebagai musik tradisional asal NTT. Kini alat musik ini juga sudah meng-Indonesia dan sudah beberapa kali tampil memeriahkan acara-acara di TV. bahkan mendunia.

Kamis, 12 Mei 2016 menjadi kali kedua bisa mengunjungi House of Sasando di jalan trans Timor. Kali ini bisa mampir karena menemani sepasang suami istri bule dari Inggris yang baru saja mengunjungi anak sponsor mereka di SoE, kabupaten TTS. Yang unik juga bahwa pada kesempatan ini untuk pertama kalinya bisa menyaksikan dan mendengar alunan musik Sasando secara live – walau asli orang NTT tetapi selama ini hanya nonton dan mendengarnya di TV.

Menakjubkan dan membuat hati terasa hangat kala mendengar petikan-petikan dawai Sasando. Cuaca yang mendung dan gerimis seolah hangat oleh alunan melodinya. Lagu Bolelebo Tanah Timor Lelebo menjemput kami sesaat keluar dari mobil berjalan menuju ke hall house of Sasando. Sesaat setelah tahu bahwa tamu bule adalah orang Inggris, maka sang pemain Sasando cepat-cepat memainkan instrument lagu-lagu Western, Amazing Grace menyusul Pachelbel Canon, Let It Be milik the Beatles dan terakhir All of Me nya John Legend. Berkali-kali si ibu bule hanya bisa bilang lovely…lovely…lovely!

20150322_120911

House of Sasando

20160512_125634

Ibu Sylvia menyanyikan Lagu Let It Be diiringi instrument Sasando!

20160512_125722

Ibu Sylvia masih asyik menyanyi, sementara sang suami jalan-jalan keliling dan membuat dokumentasi!

 

 

 

Air Terjun Oenesu

IMG_0524

Mengayunkan langkah ke air terjun Oenesu ternyata hanya butuh waktu beberapa detik untuk berpikir mengiyakan tawaran.

Ayo! jawab saya singkat.

Memang hal-hal seperti ini yang diimpikan. Bisa jalan-jalan sambil menikmati keindahan alam dan sekitarnya yang kiranya bisa memanjakan mata dan yang terpenting membuat hati senang dan pikiranpun tenang.

Yes. You deserve to enjoy life when it seems life is unfair and you feel that yourself are trapped in uncertainty. You don’t know how to decide but then you realize that nature gives you the power of freedom to go and embrace it. Just few seconds you let go those da*n things. 😛

Air terjun Oenesu sudah lama terdengar tetapi seperti apa dan bagaimana rupanya itu yang belum tertangkap oleh mata. Dan ternyata akhir pekan ini membawa berkah tersendiri karena bisa menyempatkan diri untuk memandanginya secara langsung.

Air terjun ini terletak di kecamatan Kupang Barat – Batakte. Perjalanan ke sana terbilang cukup jauh sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor ke arah barat kota Kupang.

Jalan menuju air terjun ini relatif baik – dari kota kupang sampai cabang masuk air terjun, tetapi jalan aspal yang berlubang mulai terlihat dari cabang masuk menuju obyek wisata air terjunnya. Butuh diperhatikan pak-pak aparat mungkin. 🙂

Pemandangannya memang baik. Suasana adem dan tenangnya membuat hati terasa damai. Pohon-pohon di sekitar air terjun masih hijau dan nuansa alamiahnya masih terasa. Intinya baik untuk me-rileks-kan pikiran.

Tetapi…dan lagi tetapi masih butuh untuk diperhatikan lebih.

‘Wariskanlah mata air kepada anak cucu kita bukan wariskan air mata’ Sebuah papan terpampang di salah satu sudut obyek wisata ini dengan kata-kata ini. Semoga tidak hanya jadi hiasan! 🙂

This slideshow requires JavaScript.