Welcome December


Waktu berlalu begitu cepat, secepat tetesan hujan yang jatuh dari atas langit. Tak terasa sekarang sudah memasuki bulan Desember 2013. Apa dan bagaimana implikasinya?

Bagi para petani Desember menjadi bagian dari bulan berahmat karena selama bulan ini, hujan turun seolah tiada hentinya membasahi bumi, terutama membasahi ladang dan sawah dan memberikan secercah kehidupan bagi tanaman yang akan dan sedang ditanam seperti jagung, ubi dan kacang-kacangan. Para petani bergembira menyambut tumbuhnya tanaman ini, tanaman yang menjadi bahan makanan pokok di beberapa tempat di pelosok Indonesia.

Bukan hanya petani yang senang menyambut musim hujan, masyarakat luas tentu senang karena adanya hujan membuat suasana di sekitar menjadi hijau dan nampak segar. Daun-daun pohon tumbuh segar dan rimbun, bunga-bunga di taman juga mekar mewangi memanjakan mata dan menyegarkan jiwa. Suasana alam yang hijau tentu membuat jiwa dan raga segar dan hidup. Hidup lebih hidup.

Suasana di desa dan alam terbuka tentu tidak sama dengan daerah urban perkotaan. Mereka yang tinggal di daerah urban perkotaan yang padat, mengalami Desember dengan cara yang sedikit berbeda. Bulan Desember masuk dalam deretan bulan yang sedikit mengkuatirkan dan penuh dengan rasa was-was. Gembira bercampur kekuatiran. Mereka tentunya was-was akan ancaman banjir yang bisa datang kapan saja. Mereka tentu harus extra hati-hati dan selalu mawas diri karena sewaktu-waktu banjir bisa merendam rumah mereka. Hujan terus-menerus malah bisa mengakibatkan suasana extreme yang mana banjir bisa meluluhlantakan rumah tempat tinggal mereka, harta benda hanyut bahkan bisa merenggut korban nyawa. Ironis memang.

Desember merupakan bulan terakhir dalam kalender tahunan. Kenyataan dan bagi kebanyakan orang, bulan ini menjadi bulan terakhir yang menandai akhir dari perjalanan selama setahun dan merupakan saat di mana merefleksikan apa yang sudah dilakukan, apakah ada kemajuan dan keberhasilan, apakah seluruh rencana sebelumnya terpenuhi atau malah sebaliknya ada kemunduran yang berujung kegagalan. Di saat yang bersamaan pula ada kesempatan untuk membuat berbagai macam rencana di tahun berikutnya.

Serba-serbi Desember juga tak luput dari tradisi Kristiani yang mana bulan Desember merupakan masa menyambut Natal, pesta kelahiran Tuhan Jesus yang jatuh pada tanggal 25 Desember. Perayaan Natal sesungguhnya jatuh pada tanggal ini, akan tetapi euforia perayaan Natal akan selalu terasa ketika memasuki hari pertama bulan Desember. Ada pesta petasan (ingat waktu kecil dulu di desa) dan kembang api menyambut Natal. Desember seolah identik dengan Natal. Maka tak heran selalu ada kebahagiaan bisa merayakan Natal lagi. Berkumpul bersama orang-orang tercinta, orangtua, adik-kakak dan segenap keluarga besar. Kebahagiaan Natal juga dibagikan dengan sesama seperti tetangga dan kenalan. Hal yang menyenangkan. Desember adalah Natal. Welcome December dan Selamat Hari Natal 🙂

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s