The End of 2013


Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2013 dan beberapa jam lagi akan memasuki tahun baru, 2014.

Pertanyaan singkat, apa saja yang sudah dilakukan selama tahun ini? Resolusi apa saja yang berhasil atau terkabulkan selama 2013? Dan resolusi apa yang tak tercapai?

Resolusi 2013 saya singkat dan mungkin sedikit absurb. Saya hanya minta semoga masih bertahan dengan pekerjaan saya, menikmati pekerjaan dan setiap rezeki yang saya terima. Saya juga minta semoga mendapatkan hal-hal yang baik bisa menyenangkan dan membahagiakan orantua. Resolusi ini serasa kurang jelas tetapi menjadi jelas dan bermakna ketika saya melihat kembali ke belakang. Belakang gudang? Bukan, maksudnya hari-hari yang sudah saya lewati di tahun 2013.

Saya mengawali tahun 2013 dengan sebuah anugerah indah. Begitu indah dan life is so worthy. Bisa beli ‘motor baru’ adalah anugerah yang tiada taranya, haha. Ya serasa asyik saja bisa membeli motor dengan hasil ‘keringat’ sendiri. Momennya pas lagi di awal tahun di bulan Januari. Dulu zaman kuliah masih pake motor pembelian orangtua. Itupun motor bekas yang nota bene membuat cewek-cewek pada takut dan enggan nungging. What a pity. Bisa membeli motor baru adalah anugerah tahun 2013.

The following pictures are the difference between the old and the new one.

Image

Click foto untuk perbesar

Image

Click foto untuk perbesar

 Tahun 2013 menandai kepindahan saya ke SoE. Sebelumnya saya bekerja di Kupang. Yang beda hanya tempat baru, suasana baru, teman baru, posisi baru dan gaji baru tetapi tetap masih bekerja di Plan Indonesia. Momen ini menjadi indah karena pindah pas akhir tahun 2013, dan benar-benar bekerja serius di awal tahun 2013. Jadi ada jeda yang cukup untuk ‘santai.’ Santai bekerja tetapi pasti.

Ada perasaan senang juga karena saat bekerja di Kupang saya terus dihantui perasaan tak pasti mengenai posisi kerja saya. Ya maklum hanya tenaga kontrak, itupun kontrak hanya setahun. Jadi ada dua kemungkinan bisa diperpanjang atau langsung di-cut. Kecemasan saya menjadi sirna tatkala saya mendapat restu untuk pindah ke Plan PU SoE yang mana saya bisa menjadi tenaga kerja tetap. Label ‘pegawai tetap’ ini yang membuat suasana hati sumringah. Dan menjadi lebih indah waktu mendapatkan SK pengangkatan menjadi staf tetap terhitung mulai Maret 2013. Ceritanya label staf tetap juga yang memberikan suatu kepastian untuk membeli ‘kuda’ tunggangan baru. 🙂

Hari-hari tahun 2013 terus bergeser. Ada perasaan senang dan gembira dengan aneka hal-hal kecil dan simple. Senang dengan setiap kejadian hidup ini. Saya merasa senang karena selalu tampil dengan ‘gaya rambut baru’ (epen kah? Cupen tho…:-) ).

Image

Click foto untuk perbesar

Saya juga senang bersosialisasi dengan berbagai macam orang di desa tempat kerja Plan. Saya senang sesekali bisa turun desa melihat suasana desa.

Image

Click foto untuk perbesar

Saya senang bisa kembali melihat kota Metropolitan. Ceritanya awal November kemarin saya sempat menghabiskan 3 hari di Jakarta. Dan lebih serunya bisa berjalan keliling menggunakan TransJakarta ke beberapa tempat dan membawa pulang ‘oleh-oleh’ untuk orangtua, adik-adik, dan keluarga besar.

Image

Click foto untuk perbesar

Saya senang bisa melihat orangtua tersenyum, melihat adik-adik  tersenyum. Life is so fun with family. I really enjoy it. 🙂

Image

Click foto untuk perbesar

Bukan hanya senang dan gembira, kecewa, marah, putus asa, sedih dan duka pun ikut mewarnai tahun 2013. Kecewa tatkala ada yang membuat hal-hal yang tak sesuai dengan jalan pikiran dan pendapat saya. Marah tatkala ada yang menjengkelkan saat bekerja, baik melalui perkataan maupun tindakkan. Putus asa tatkala harapan untuk bekerja dengan nyaman terusik dengan tingkah laku dan ulah teman kerja yang tak senonoh atau sesuai dengan harapan yang saya idamkan sebelumnya. Putus asa, marah dan kecewa tatkala beban kerja ternyata melebihi tenggat waktu kerja. Selalu saja ada waktu lembur setiap harinya. Kadang saya merenung, is this the only work that I need? Is this the one that I look for and require my passion? L Saya kecewa dan marah tatkala harapan-harapan kecil yang saya impikan dalam bekerja menjadi suram karena faktor X.  Perenungan saya akhirnya berujung pada sebuah ‘kepasrahan.’ Whatever it may come, I will do it confidently and I will always be myself. Ya, menjadi ‘diri sendiri’ dalam bekerja kadang perlu dan harus ketika ‘tiadanya’ kenyamanan.

Perjalanan menuju akhir tahun juga tak luput dari peristiwa sedih. Tepat di pertengahan November Om Bala meninggal dunia. Beliau meninggalkan istri dan anak-anaknya setelah selama kurang lebih 2 tahun berjuang melawan penyakit yang diderita.

Demikian aneka warna perjalanan hidup selama setahun ini. Senang, gembira, kecewa, putus asa, marah dan sedih menjadi satu. Resolusi saya tahun ini hanya mau mendapatkan hal-hal yang baik, mendapatkan kegembiraan dan kenikmatan dalam bekerja. Saya memang sudah cukup menikmati semua yang saya alami dalam hidup saya selama setahun ini. Rezeki, amal, hidup bersosialisasi dan bahagia ketika melihat ‘yang dicinta’ ikut bahagia.

Saya juga tak bisa mengelak hal-hal yang tidak baik, di luar apa yang saya harapkan, terjadi pada diri saya. Semua yang terjadi adalah anugerah yang perlu di-syukuri. Kata d’Massiv dalam lirik lagunya, ‘Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik.’ This is the end of the year but not the end of life. Life must go on. 🙂

Welcome and Happy New Year 2013!!!

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s