11 Januari


Tahun baru 2014 perlahan-lahan bergeser dan hari ini tak terasa sudah tanggal 11 Januari, sudah hampir malam pula, bersiap untuk malam minggu!!?? Tetapi malas menyoal malam minggu. 

Tanggal 11 Januari. Kalau ingat tanggal ini apa yang lantas muncul di benak anda? Kalau saya langsung teringat akan lagunya ‘Gigi’ salah satu band terkenal di Indonesia yang berjudul sama dengan tanggal hari ini.

Image

Penggalan liriknya ’11 Januari’ seperti ini,.

Sebelas Januari Bertemu
Menjalani Kisah Cinta Ini
Naluri Berkata Engkaulah Milikku
Bahagia Selalu Dimiliki
Bertahun Menjalani Bersamamu
Kunyatakan bahwa Engkaulah jiwaku

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu

Pernahku Menyakiti Hatimu
Pernah kau melupakan janji ini
Semua Karena kita ini manusia

Akulah Penjagamu
Akulah Pelindungmu
Akulah Pendampingmu
Di setiap langkah-langkahmu
[Chorus:]
Kau bawa diriku
Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna

Lagunya sangat menyetuh dengan irama yang melankolis pula. Tetapi sebenarnya ada momen yang lebih dari itu. Waktu masih kuliah, waktu itu masih semester 3 memasuki semester 4, tepatnya tanggal 11 Januari 2008 Gigi menggelar konser tunggal di Yogyakarta bertempat di stadion utama Mandala Krida, stadion milik PSM Yogya. Ini merupakan konser tunggal Gigi yang pertama di Yogya sehingga suasanya sangat ramai. Sangat ramai dan seluruh stadion penuh sesak dengan manusia baik yang berdiri di lapangan maupun di tribun stadion. 

Gigi salah satu benar besar di Indonesia, lagu-lagunya juga bagus-bagus dan kena di hati. Saya sangat menyukai lirik dan irama lagu-lagunya. Tetapi sayangnya, semuanya hanya dinikmati di TV dan didengar di komputer dan HP, hasil copas dari mana-mana. Karena belum pernah menyaksikan konser langsung Gigi sebelumnya maka saya tak menyia-nyiakan kesempatan langkah ini. Kapan lagi bisa menyaksikan langsung konser Gigi.

Nekat. Bersama beberapa teman, kami nekat bersenggol ria di antara ribuan manusia yang membludak. Tak membeli tiket pula (jangan ditiru ya, anak-anak usia dini butuh dampingan orangtua 🙂 ) Karena tak membeli tiket maka triknya ya masuk telat. Biasanya kurang lebih setengah jam setelah konser berlangsung, pintu masuk akan dibuka oleh panitia sehingga orang bisa bebas keluar masuk. Pengalaman pas nonton konser band Samson demikian. Tetapi ternyata konser Gigi tak demikian. Walau sudah datang telat, pintu masuk pun belum dibuka. Akibatnya banyak orang yang sepenanggungan dengan saya alias yang tidak membeli tiket membludak di luar. Kami berharap-harap cemas, menanti pintu dibuka. Apalagi riuhnya konser di dalam stadion sudah membuat suasana hati berkobar-kobar, ingin cepat-cepat masuk. 

Sudah hampir sejam berlalu, pintu masuk belum juga dibuka sementara desakan hati penonton tak bertiket sudah tak sabar ingin masuk ke dalam stadion menyaksikan konser Gigi. Merasa tak digubris, mulai ada lempar-lemparan menggunakan sendal dan botol-botol  minuman. Kami yang agak jauh dari pintu mulai panik, harus ekstra hati-hati, menutup kepala karena bisa saja terkena lemparan. Kadang harus menghindar dari kerumunan yang lempar-lemparan itu. Cukup menegangkan. Mungkin tak tahan dengan keadaan demikian, yang mana suasana makin kacau, maka panitia akhirnya membuka pintu gerbang. Tetapi tak mudah juga bisa masuk dengan gampang. Kali ini harus berdesak-desakkan, bersenggol-senggolan melewati pintu masuk.    

Kesengsaraan yang membawa nikmat. Emosi yang bercampur keringat bisa terobati kala berada di dalam stadion. Hectik. Suasananya sangat,.sangat ramai. Mas Arman Maulana dan gitarisnya Dewa Budjana mampu menghipnotis penontonnya. Termasuk saya terbuai dalam alunan melodi dan lagu-lagu Gigi. Stadion penuh terisi dengan ribuan manusia dan kalau semuanya ikut bernyanyi,.rasanya wow, merinding. Bulu kuduk berdiri,. 🙂 Yang paling membuat merinding ya lagu favorit yang lagi tenar saat itu 11 Januari sekaligus menjadi penutup konser malam itu.

Beruntung saya bisa menonton konser Gigi waktu itu. Hari ini tanggal 11 Januari lagi dan sudah 6 tahun berlalu. Ternyata saya sudah berada di tempat lain. Kapan lagi ya bisa menyaksikan konser-konser live? 

By the way, saya menulis ini sambil mendengarkan lagu-lagu Gigi. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s