Fatuulan: Negeri di Atas Awan


Tak banyak orang mengenal Fatuulan. Jangankan ditanya pada orang-orang yang tinggal di luar pulau Timor, orang-orang yang tinggal di Timor sekalipun atau yang tinggal di kabupaten TTS (Timor Tengah Selatan) sekalipun pasti ada sebagian yang tidak tahu kalau ditanya mengenai Fatuulan. Fatuulan? Apa thu? Beta son tau ma.

<

p> Sepintas dilihat di peta, Fatuulan memang tidak ditunjukkan di sana. Untuk itu, mari kita mengenal Fatuulan lebih dekat. Adalah sebuah desa yang terletak jauh ke tenggara dari kota SoE, kota kabupaten TTS, Propinsi NTT. Desa ini termasuk salah satu desa dari Kecamatan Kie. Secara geografis, desa ini terletak di atas ketinggian atau di atas gunung.

Sebelumnya, kita bahas dulu perjalanan menuju ke Fatuulan. Perjalanan ke sana terbilang jauh sekitar 70-80 km dari kota SoE. Waktu tempuh 2 jam sampai 3 jam perjalanan. Kendaraan yang lazim ke sana adalah dengan mengendarai sepeda motor. Ada juga sarana angkutan umum, seperti bus, truck dan travel (mobil jenis Avanza, APV dan sebagainya yang disulap menjadi travel), akan tetapi semuanya hanya sampai pusat kecamatan yaitu Oinlasi. Truck bisa sampai ke Fatuulan namun tetap sopir akan menolak kalau harus sampai Fatuulan. Apalagi saat musim hujan. Jelas truck sekalipun tak berani masuk sampai Fatuulan.

Kondisi jalannya seperti yang saya gambarkan dalam tulisan sebelumnya Ke Desa. 3/4 jalan raya hampir tak beraspal alias rusak parah. Kondisi jalan yang baik adalah dari SoE sampai cabang Oinlasi. Selanjutnya dari cabang Oinlasi sampai Oinlasi sendiri, pengendara disuguhi aneka liuk-liuk jalan yang berlubang, berkerikil dan berlumpur kalau hujan. Perjalanan akan dilanjutkan dari Oinlasi menuju desa Fatuulan. Sekitar 1 ½ jam lagi dari Oinlasi menuju Fatuulan. Sekali lagi hanya sepeda motor yang bisa naik sampai Fatuulan. Itupun  hanya pengendara sepeda motor yang memiliki jam terbang tinggi (mahir), atau orang-orang desa setempat yang sudah mengenal medannya. Atau pengendara-pengendara motor yang nekat karena tugas.

Kondisi jalan masih sama bahkan ada bagian jalan yang kerusakkannya lebih parah yang mana kendaraan harus meliuk-liuk di jalan yang rusak tersebut. Pengendara sepeda motor saja kadang frustrasi karena harus zig-zag melewati jalan yang penuh lubang dan kerikil lepas. Apalagi pengendara roda empat. Bisa bayangkan betapa rumit dan sulitnya berkendara di medan seperti ini. Tak hati-hati, kendaraan bisa mogok di tengah jalan atau terjun bebas ke jurang. Demikian juga dengan pengendara roda dua. Tak hati-hati, motor bisa terguling dan menindih si pengemudi.

Kondisi jalan parah, lalu mengapa harus ke Fatuulan dan mengenalnya?

Rasanya belum banyak yang tahu tentang misteri di balik desa ini. Seperti yang digambarkan sebelumnya bahwa desa Fatuulan terletak di atas gunung sekitar 1000 meter dpl. Letak geografis ini yang membuatnya dasyat dan unik. Ketika naik melewati desa Tesiayofau menuju Fatuulan kita disuguhi pemandangan yang mempesona. Ada sebuah padang rumput luas dan terbuka terletak persis melewati desa Tesiayofanu. Dari atas kita bisa melihat deretan bukit dan gunung-gunung dari arah timur sampai arah barat, matahari terbenam. Lekukkan dan gelombang gunung nampak jelas yang membuat mata terpanah dan takjub.Image

ImageRumput hijau yang tumbuh di atas gunung juga yang membuat suasana hati riang gembira, melompat-lompat. ImageImageImageAda lagi beberapa kuda yang sengaja dibiarkan berkeliaran oleh pemiliknya dekat tempat pemberhentian ini, yang ikut menghiasi keindahan pemandangan dari atas gunung ini. Tempat ini adalah salah satu dari pemandangan Fatuulan yang terbaik. Sunset di tempat ini juga wow 🙂ImageImageImageMelanjutkan perjalanan ke desa Fatuulan, kita akan melewati sebuah hutan hujan tropis yang sangat lebat yang menghiasi separuh gunung Fatuulan. Hutan ini ditumbuhi aneka jenis pohon besar dan hampir seluruh pohon ditumbuhi lumut. Jam 10 pagi kabut mulai turun menyelimuti seluruh hutan sehingga jarak pandang sangat pendek. Kabut kemudian menyebar dan menutupi seluruh gunung. Dingin pun terasa seperti es, rasanya seperti di Eropa yang memiliki musim dingin. Situasi seperti ini biasa terjadi saat musim hujan. Kadang terjadi pada musim kemarau.Dengan adanya kabut, maka hari akan terasa gelap lebih awal karena pasti langsung mendung. Maka tak heran beberapa teman menamai desa ini sebagai ‘negeri di atas awan.’ Ya karena kabut turun masih sangat pagi dan bisa berlangsung sampai sore hari.

ImageKawasan hutan ini jelas menjadi kawasan yang indah dan mempesona. Pemandangan hutan nampak alami, sunyi dan menimbulkan nuansa seram. Hanya terdengar kicauan burung. Tetapi nuansa keindahannya tetap yang lebih menggelitik. Kawasan hutan ini juga adalah puncak dari gunung Fatuulan. Dan ada sebuah jalan pengerasan menerobos melewati tengah hutan yang bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah melewati kawasan hutan, kita akan sedikit menuruni gunung dan langsung memasuki desa Fatuulan.

Pemandangan desa ini menjadi kawasan lain yang memanjakkan mata karena letaknya masih di lereng gunung Fatuulan. Menakjubkan!!! Dari sini kita bisa langsung melihat hamparan laut Timor. Kita bisa melihat dengan jelas garis tepi pantai dengan pasir putihnya padahal jarak dari desa ini terbilang masih sangat jauh ke sana. Image

Image Pandangan mata juga bisa melihat jelas kawasan pantai Kolbano yang terkenal dengan batu-batu putihnya yang licin. Kita juga bisa melihat jelas jalan penghubung antar desa yang nampak seperti garis. Kita juga bisa melihat liuk-liuk sungai yang sangat jelas.

Fatuulan adalah negeri di atas awan. 

Anda penggemar fotografi? Tempat yang sangat anggun untuk diabadikan dan beruntung saya sudah berkali-kali melewatinya dan mengabdikan beberapa foto.  

Advertisements

9 thoughts on “Fatuulan: Negeri di Atas Awan

  1. Pingback: Naik-Naik Ke Puncak Fatumnasi | ManaShines

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s