Buat Dia Bangga (Random Story, Special for Dad)


Beberapa kejadian penting dalam hidup saya bersama orang-orang tercinta berlalu dengan sejuta makna. 2 Minggu lalu tepatnya tanggal 20 Februari 2014, saya bersama keluarga merasa sangat gembira dan bahagia karena Ulang Tahun bapak tercinta, Josef Sanam, yang genap berusia 60 tahun. Sungguh suatu pengalaman yang indah karena masih bisa melihat beliau tersenyum dan semangat menjalani hidupnya. Senang dan bahagia karena melihat bapak JS, sapaan akrabnya sekarang, masih terlihat sehat dan segar. Guratan-guratan wajah yang keriput sudah mulai nampak tetapi semangat hidup dan semangat untuk membuat sesuatu yang berharga belum luntur dimakan usia. Malah ia makin dan makin bersemangat untuk berbuat baik bagi generasi penerusnya. Lebih dari itu senang masih merasakan kasih sayang orangtua. Mereka masih bisa menemani kami anak-anaknya mengarungi kehidupan ini.

One Moment in Borobudur Temple

One Moment in Borobudur Temple

Tambak ikan yang baru saja dibuat dan sementara ditata menjadi salah satu bukti nyata betapa beliau mau meninggalkan sesuatu yang berharga untuk anak-anaknya. ‘Suatu saat ini bisa menjadi aset berharga, tempat pemancingan dan bila perlu menjadi tempat hiburan untuk banyak orang,’ kata beliau kala menemani dia di tepi kolam-kolam ikan itu. Dari pengeluaran yang beliau sudah kucurkan memang terlihat kolam-kolam ikan menjadi perhatian serius beliau dan sudah ia rancang untuk menjadi alternatif karirnya setelah pensiun menjadi seorang PNS. Lebih dari itu ini menjadi investasi untuk masa depan.

Seminggu setelah Ulang Tahun bapak JS, giliran anak lelakinya yang tunggal berULTA. Tanggal 1 Maret menjadi hari yang berharga dan berarti untuk lelakinya itu. Bukan hanya membuka lembaran hari baru di bulan baru, tetapi juga kembali membuka lembaran baru kehidupannya. Kendati demikian, tak banyak yang tahu kecuali orangtua, adik-adik dan keluarga dekat saja. Dan memang pribadi lelaki itu agak tertutup dan kehidupannya tak mau diketahui banyak orang. Apa lagi media wkwkwkwk. Sehingga ULTA kali ini dirayakan di rumah seadanya. Tahun-tahun sebelumnya, orangtua yang menghidangkan makanan enak dan lezat alias pengeluaran ditanggung ortu, tetapi kali ini giliran dia yang menguras dompet untuk biaya makan-makan di rumah. Bahagianya,..akhirnya bisa mengeluarkan sedikit biaya dari hasil keringat sendiri untuk makan bersama ortu, adik-adik dan keluarga. Berharap makin banyak rejeki mengalir, Amin.

Seminggu lagi berlalu dengan cepat. Tanggal 8 Maret 2014, kembali mendapatkan undangan resmi dari Bapak untuk menghadiri acara perpisahan beliau dengan guru-gurunya di Wini-Kecamatan Insana Utara- Kefamenanu, sekaligus acara pelepasan jabatan alias pensiun sebagai seorang PNS. Tanggal 1 Maret 2014 menjadi hari resmi, hari terakhirnya sebagai PNS tetapi acara pesta perpisahannya terlaksana di tanggal 8 Maret ini.

Sempat menolak untuk hadir, tetapi akhirnya luluh karena beliau sudah berkali-kali mengundang dan dengan nada meminta yang sangat halus. Rasanya tak tega mendengar orangtua terus meminta dan berharap anaknya bisa menghadiri acaranya. Saya sudah sangat cape dengan rutinitas kerja selama seminggu, ditambah perjalanan jauh kembali ke rumah, dari SoE ke Noemuti, sangat melelahkan. Alasan ini yang membuat saya menolak untuk hadir, tetapi kata-kata beliau yang terakhir membuat saya tak kuasa lagi untuk menolak, “Kalau orang lain yang undang kalian hadir, tetapi bapak sendiri yang undang kamu tolak.” Dalam kata-katanya.

Saya kemudian merenung bahwa kehadiran saya ternyata lebih dari hanya sekedar hadir. Ada kebanggaan tersendiri yang beliau rasakan jika saya ada di tengah-tengah teman-teman gurunya, para pengawas dan utusan dari dinas PPO kabupaten. Beliau merasa sangat bangga dengan kehadiran saya. Tanpa berpikir panjang lagi, akhirnya saya ikut hadir dalam acara perpisahan beliau yang mana perjalanan ke Wini harus ditempuh dalam waktu 3 jam.

Yang saya renungkan bahwa membuat orangtua bangga dan bahagia dengan sendirinya kita sudah memperpanjang usia mereka. Kebahagiaan yang terpancar dari wajah bapak dalam acara pensiunnya akan senantiasa membuat dia hidup lebih lama dan lama. Saya juga berpikir bahwa membahagiakan orangtua tak selamanya harus membawa mereka keliling dunia tetapi cukup dengan mendukung mereka atas apa yang mereka minta dan mereka lakukan, dengan sendirinya kita sudah membuat mereka sangat bahagia dan bangga menjalani hari-hari hidupnya. Love you Dad,.live a long life! Happy 60th Birthday!

Sanam Sr & Sanam Jr

Sanam Sr & Sanam Jr

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s