‘Yang Abadi Hanya Perubahan’


Beberapa bulan belakangan ini, masyarakat pekerja yang bernaung di bawah payung lembaga ‘biru’ heboh dengan isu restrukturisasi yang tiba-tiba muncul sebagai kabar angin. Awalnya hanya kabar angin, yang tentunya belum jelas kebenarannya. Artinya benar dan salah nya berita ini masih menjadi tanda tanya besar.

Baru kabar angin, akan tetapi masyarakat pekerja sudah desas-desus ke mana-mana. Kabar akan restrukturisasi ini segera menjadi trending topik. Selalu menjadi topik utama cerita antar staff kala bersua dan bertegur sapa di lorong-lorong, di tempat parkir ataupun saat bersama di dalam ruang kerja. Seolah ini menjadi penghangat kebersamaan kala kopi dan teh panas tak lagi mempan menghalau dingin. Ada yang mengungkapkanya dengan nada serius tetapi ada yang mencoba membalutnya dengan canda dan tawa.

Obrolan-obrolan ini sangat mengasyikan dan kadang menggelitik sehingga beberapa staf yang hanya terdiam di dalam ruangan karena kesibukan kerja, kadang tergerak hati untuk ikut mendengarkannya. Saya sendiri kadang tergerak hati mendengarkan curahan hati mengenai perubahan yang akan berdampak pada phase out staf ini. Mendengar dan mencoba mencermatinya dari dua pribadi.

Sebagai orang baru yang terhitung belum lama bergabung dengan lembaga ini, dalam hati biasa-biasa saja. Apapun yang terjadi, ini bagian dari resiko pilihan yang harus diterima. Beda dengan PNS ya. Lebih dari itu, dari cerita yang beredar, memang posisi yang saya tempati sekarang masih aman – masih dibutuhkan. Lebih jauh, secara pribadi belum ada ‘tanggungan’ atau tanggung jawab untuk orang lain selain diri sendiri. Tak ada beban berlebih dalam diri sendiri 😀 .

Hal ini tentunya terlalu subjektif menilai. Kalau saya memposisikan diri dengan rekan-rekan lain yang ‘mungkin’ akan terkena imbas restrukturisasi, hal ini jelas beda. Yang pasti ada kekuatiran di sini. Ada kecemasan! Rekan-rekan tentunya memiliki alasan tersendiri untuk kuatir. Tersirat dalam cerita-cerita mereka bahwa ada ‘beban’ dalam hati kala harus menghadapi isu restrukturisasi.

Beberapa bulan, cerita-cerita ini hanya kabar angin yang belum jelas arahnya. Semuanya baru menjadi jelas ketika ada bunyi email resmi dari Ibu MM – sang direktor. Intinya bahwa struktur baru akan segera diimplementasikan. Seperti apa, bagaimana dan kapan, semuanya menunggu waktu saja. Kabar angin yang beredar akhirnya sampai pada titik kebenarannya.

Hari Rabu (13/8/14) isu restrukturisasi menjadi terang-benderang karena pada hari ini pula restrukturisasi resmi disosialisasikan kepada semua staf lembaga biru. Bertempat di aula Hotel Timor Megah, semua hal yang berkaitan dengan restrukturisasi disampaikan secara terbuka oleh perwakilan dari kantor pusat Jakarta – mulai dari alasan mengapa harus dilakukan restrukturisasi, seperti apa strukturnya sampai dengan akibat dari kejadian luar biasa ini.

Rekan-rekan yang selama ini hanya mengobral kabar angin akhirnya tahu dan merekan pun tentunya secara saksama menuangkan apa yang ada di benak mereka. Unek-unek yang selama ini hanya terpendam dalam hati akhirnya bisa diungkapkan secara langsung. Ya diskusi hari ini cukup seru dan boleh dikatakan ‘panas’. Semua panas berdiskusi tetapi pada akhirnya tidak akan merubah yang namanya restrukturisasi. Tim sempat berujar, ‘Tidak ada yang abadi, yang abadi hanya perubahan’!

So saudara-saudari sebangsa dan setanah air di negeri biru, mari kita hadapi perubahan dengan hati yang lapang!

Superman aja berubah,.

Superman aja berubah,.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s