Mengapa Selalu BBM Yang Jadi Masalah?


Tanggal 18 November 2014, BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi secara resmi naik dari Rp. 6.500 menjadi Rp. 8.500. Adalah Presiden baru kita, Jokowi, yang menjadi aktor utama kenaikan BBM ini. Dilantik 20 Oktober 2014 lalu dan belum genap sebulan menduduki jabatan sebagai Presiden RI ke-7, Jokowi dengan sangat berani menaikan harga BBM sebesar Rp. 2000.

Diungkapkkan bahwa alasan kenaikan ini untuk mengalihkan dana subsidi BBM dari sektor konsumtif ke sektor produktif. Selain itu untuk membantu memperbaiki dan membangun infrastruktur baru sebagaimana digariskan dalam pemaparan visi misinya. Dan bahwa pemerintah juga mengalihkan dana subsidi untuk meningkatkan berbagai layanan publik yang menjamin kehidupan masyarakat kecil. Sebut saja pengalihan dana untuk pembuatan 3 kartu yang dikatakan sakti yaitu Kartu Indonesia Sehat, Kartu Keluarga Sejahtera dan Kartu Indonesia Pintar.

Pemikiran pemerintah ini tentunya baik. Ketika dana subsidi yang sedianya untuk digunakan dan dinikmati oleh masyarakat kecil ternyata dimanfaatkan juga oleh mereka yang ‘horang kaya’, padahal BBM non subsidi sudah disediakan untuk kalangan ini. Namun niat baik pemerintah ini ternyata ‘tak mudah’ dipahami masyarakat luas. Masyarakat tetap menganggap kenaikan BBM sebagai sebuah ‘beban’ yang makin dan makin memberatkan hidup.

Sebagian masyarakat tentu paham akan kenaikan ini. Misalnya di media social banyak bermunculan meme seperti ini. ‘Rokok 16.000 ribu bisa beli’, Bear 25.000 ribu bisa beli, Chivas 200 ribu bisa beli, bensin naik 2.000 protes’ 😛 Dan masih ada banyak lagi meme yang ternyata bernada ‘mendukung’ kenaikkan BBM bersubsidi ini.

Bentuk dukungan kenaikan BBM juga beriringan dengan gelombang protes. Unjuk rasa mahasiswa di berbagai daerah yang memprotes kenaikan BBM bahkan berujung pada bentrok dengan aparat polisi. Tak hanya mahasiswa, kelompok-kelompok masyarakat lain juga ikut protes seperti aksi mogok Angkutan umum. Kalangan elite politik pun tak kurang memprotes kenaikan BBM ini. DPR kini berupaya menggunakan hak interpelasinya yaitu hak untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah atas kenaikan BBM.

Mengapa selalu BBM yang jadi masalah? Seandainya BBM bisa ngomong pasti dia bisa bilang ‘Why Always Me?’ (Kalimat yang tertulis di kaos dalam Mario Ballotelli saat membela klub Manchester City. Super Mario menunjukkan tulisan ‘Why Always Me?’ ketika mencetak gol pembuka ke gawang Manchester United tahun 2011. Tulisan ini adalah ungkapan frustrasinya karena selalu menjadi sorotan berbagai pihak, tak kurang media, karena kelakuan kontroversialnya baik di dalam maupun di luar lapangan).

Memang perkara kenaikan BBM bukan perkara gampang. Perkara kenaikan BBM selalu menjadi masalah. Masalahnya tentu bukan kenaikan BBM itu saja tetapi yang sebenarnya menjadi permasalahan utama adalah harga-harga barang dan jasa ikut melonjak sebagai respond atas kenaikan BBM. Hampir semua hal yang berkaitan dengan ‘harga jual beli’ ikut naik. Hal ini yang dikuatirkan dan tentu berdampak pada daya beli masyarakat. Yang berduit saja mengeluh karena semua harga naik, apalagi masyarakat dengan tingkat pendapatan rendah. Akibatnya yang miskin tetap miskin, bahkan bisa bertambah miskin. Yang belum miskin bisa perlahan-lahan menuju miskin. Berbagai kalangan melihat dan menilai seperti ini.

Seandainya BBM naik dan harga barang-barang lain tak ikut naik, tentu masyarakat tidak terlalu merisaukan dan terlampau galau memikirkan kenaikan BBM. Dan ini yang mungkin (sengaja) dilupakan pemerintah untuk melakukan inspeksi dan penekanan pasar setelah mengumumkan kenaikan BBM yang mana tujuannya tentu untuk menekan kenaikan harga-harga barang dan jasa. Atau mungkin inikah yang dinamakan sebuah ‘kompromi’ untuk tujuan yang lain – peningkatan ekonomi? Peningkatan ekonomi tetapi jika masyarakat nya juga tidak memiliki daya beli? Apakah ini peningkatan? Sementara ‘upah’ pun belum tentu langsung naik setelah BBM naik. 😛

Apapun itu, BBM sudah naik. Pemerintah tentu sudah memikirkan yang terbaik untuk bangsa ini. Mari kita percayakan semuanya pada pemimpin kita. 😀

Sakitnya thu di sini!

Sakitnya thu di sini!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s