Tahun Membahagiakan Orangtua


Sejenak mengasingkan diri dari hingar bingar rutinitas kerja selama beberapa hari, tetapi tho masih menyempatkan dua hari untuk kembali menjamah pekerjaan yang adalah bagian dari tanggung jawab. Dan tak sanggup rasanya meninggalkan tanggung jawab.

Apapun itu, kesibukan rutinitas atau pun melakukan yang lain, yang pasti bahwa hari Natal barusan lewat. Ada kisah Natal yang terukir di sini, bahwa masih kembali merayakan Natal bersama orang-orang tercinta, ayah-ibu, saudara-saudari dan keluarga besar.

Beberapa tahun lalu kegalauan menerpah kala tak pernah merasakan moment Natal bersama orang-orang tercinta. Dan saat ini, kekalutan masa itu telah lewat. Sudah 3 tahun berturut-turut hadir merayakan Natal bersama mereka – orang-orang tercinta. Senang dan bahagia bahwa bapa-ibu masih sehat-sehat, adik-adik dan semua anggota keluargapun masih tersenyum merayakan Natal ini. Perasaan sukacita juga hadir bahwa usaha dan kerja keras mereka untuk menyekolahkan anak-anaknya termasuk saya, perlahan-laha menuai hasil yang baik.

Saya menyadari betul usaha keras orangtua semasa masih mengenyam pendidikan. Karena itu apa balasannya? Orangtua dan semua orang yang kita cintai tentu tak mengharapkan yang mewah untuk diberikan kepada mereka sebagai balasjasa tetapi cukup membuat mereka bahagia dengan perilaku, tindak-tanduk yang baik dihadapan mereka. Selebihnya kita memiliki ‘kesadaran dari dalam’ untuk memberi yang terbaik untuk orangtua. Dan yang terbaik untuk saya berikan pada mereka tahun ini adalah men-cat rumah. Yang ini tak tersurat dalam resolusi tahun baru kali lalu, melainkan tersirat dalam tema besarnya ‘tahun membahagiakan orangtua’.

Sudah bertahun-tahun rumah tempat kami tingggal dan dibesarkan tak pernah tersentuh cat. Rumah hanya kelihatan besarnya tetapi nampak artistik warna-warni tak ada. Dari kejauhan rumah ini seolah lesuh, tak berbentuk dan seolah menggambarkan keberadaan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Alasan yang selalu terlontar dari bibir orangtua ialah ‘uang semua habis untuk menyekolahkan kamu’. Sedih! Dan pada saatnya, rasanya tak tega melihat ‘tempat yang selalu memberi kehidupan ini’ terus kusam dimakan usia. Sebagai hadiah Natal maka ini yang sanggup saya berikan. Perlahan-lahan ‘tempat tinggal’ mulai berbentuk dan ceriah di usianya yang tak lagi muda ini.

Hanya ini yang bisa kupersembahkan untuk orangtua dan orang-orang tercinta.
Merry Christmas 2014!!! 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s