Musim Hujan Pindah Jadwal


Musim kemarau yang panjang ini rasanya sangat membakar karena panas matahari. Dari waktu ke waktu, terik matahari semakin menyengat, suhu bumi semakin membara. Setiap melewati jalan mengendarai sepeda motor, rasanya seluruh badan terpanggang sehingga tak sadar keringat harus bercucuran membasahi seluruh tubuh.

Syukur karena bisa berkeringat sehingga tak kelebihan lemak dalam tubuh akan tetapi keringatan karena panas matahari harusnya menjadi sebuah ‘peringatan’ bahwa global warming bukan main-main  – bukan  seruan belaka.

Dulu orang kenal kota SoE sebagai kota dingin karena memang dinginnya bukan main walau di siang bolong. Sekarang rasanya kota ini sudah semakin panas. Panasnya juga sudah tak beda jauh dengan tempat lain di daratan Timor ini. ‘SoE saja sudah panas, apalagi di tempat lain!’ Kita semua sudah semestinya berpikir jauh.

Banyak yang mengeluh karena panas tetapi rasanya beruntung karena kita yang terlahir di daratan Timor ini masih memiliki kekebalan tubuh yang cukup baik. Walau panas sangat luar biasa, orang masih bisa beraktifitas di luar rumah, bahkan orang tua-orang tua di desa masih bisa berkebun – mempersiapkan lahan menyambut datangnya musim hujan.

Hujan pertama sudah terjadi di beberapa wilayah di daratan Timor termasuk kota SoE yang baru merasakan tetesan hujan pertama kemarin. Tanda-tanda baik bahwa musim hujan memang sudah di depan mata. Masyarakat petani tentunya sangat sangat bersyukur dan menaruh harapan tinggi bahwa mereka sudah bisa mengolah ladang mereka untuk menanam tanaman pangan. Sumber kehidupan sudah dekat.

Walaupun demikian yang menjadi concern tentunya musim kemarau yang semakin bergeser – tambah panjang dan musim hujan pun harus pindah jadwal – molor. Dulu biasanya musim hujan sudah terjadi pada bulan Oktober sehingga memasuki bulan November dan Desember semerbak hijaunya tanaman jagung sangat menggembirakan hati apalagi para petani. Sekarang bahkan sudah hampir memasuki bulan Desember, kita baru merasakan adanya hujan pertama. Berarti musim tanam bisa terjadi di akhir Desember atau bahkan di Januari dan Februari tahun berikutnya.

Manusia tentu bisa memiliki aneka cara untuk menyesuaikan diri dengan perubahan iklim ini tetapi sampai kapan manusia akan terus bertahan kalau tidak bergegas dan sadar diri menghalau pemanasan global ini. Jangan sampai suatu hari tidak ada lagi musim hujan di tanah ini lalu kita akan?

 IMG_0267

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s