Air Terjun Oenesu

IMG_0524

Mengayunkan langkah ke air terjun Oenesu ternyata hanya butuh waktu beberapa detik untuk berpikir mengiyakan tawaran.

Ayo! jawab saya singkat.

Memang hal-hal seperti ini yang diimpikan. Bisa jalan-jalan sambil menikmati keindahan alam dan sekitarnya yang kiranya bisa memanjakan mata dan yang terpenting membuat hati senang dan pikiranpun tenang.

Yes. You deserve to enjoy life when it seems life is unfair and you feel that yourself are trapped in uncertainty. You don’t know how to decide but then you realize that nature gives you the power of freedom to go and embrace it. Just few seconds you let go those da*n things. πŸ˜›

Air terjun Oenesu sudah lama terdengar tetapi seperti apa dan bagaimana rupanya itu yang belum tertangkap oleh mata. Dan ternyata akhir pekan ini membawa berkah tersendiri karena bisa menyempatkan diri untuk memandanginya secara langsung.

Air terjun ini terletak di kecamatan Kupang Barat – Batakte. Perjalanan ke sana terbilang cukup jauh sekitar 30 menit menggunakan sepeda motor ke arah barat kota Kupang.

Jalan menuju air terjun ini relatif baik – dari kota kupang sampai cabang masuk air terjun, tetapi jalan aspal yang berlubang mulai terlihat dari cabang masuk menuju obyek wisata air terjunnya. Butuh diperhatikan pak-pak aparat mungkin. πŸ™‚

Pemandangannya memang baik. Suasana adem dan tenangnya membuat hati terasa damai. Pohon-pohon di sekitar air terjun masih hijau dan nuansa alamiahnya masih terasa. Intinya baik untuk me-rileks-kan pikiran.

Tetapi…dan lagi tetapi masih butuh untuk diperhatikan lebih.

‘Wariskanlah mata air kepada anak cucu kita bukan wariskan air mata’ Sebuah papan terpampang di salah satu sudut obyek wisata ini dengan kata-kata ini. Semoga tidak hanya jadi hiasan! πŸ™‚

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

‘Sepe’ – Si cantik nan Indah

Pohon Sepe. Apakah anda tahu apa itu pohon Sepe? Sepe merupakan sebutan yang sudah lazim dikenal oleh orang-orang yang hidup di daratan Timor. Pohon yang bernama ilmiah (Latin) Royal Poinciana* ini hampir bisa ditemukan di berbagai sudut tempat di daratan Timor. Tak kurang di sepanjang jalan trans Timor bisa dijumpai pohon ini.IMG_0142

Pohon Sepe layaknya pohon lain yang tumbuh liar di mana-mana. Beberapa orang memang sengaja menanamnya, menjadikannya hiasan di taman dan halaman rumah, akan tetapi kebanyakan dari pohon ini tumbuh liar tanpa bantuan manusia – tumbuh alamia.

IMG_0152 Hal yang membedakan pohon Sepe dengan pohon lain terletak pada keunikan warna bunganya. Bunga pohon Sepe berwarna merah merona yang mekar memenuhi ranting-ranting pohonnya. Tampak hanya kembang-kembang merah yang menjadi daunya.

Warna mekar bunganya ini yang sangat mempesona dan menyejukan hati. Dari kejauhan orang sudah bisa mengenalinya. Semua mata tertuju padanya, menjadi pusat perhatian di jalanan. Si cantik nan indah – demikian kata yang bisa terucap di bibir. Puja demi puja akan terus menyanjunginya.

Di tengah musim kering yang disertai panas yang membara, saat semua orang dilanda kegalauan karena panas dan hujan yang tak kunjung turun, bunga Sepe menawarkan keindahannya untuk dinikmati. Ia memberi dirinya menjadi salah satu pancaran kenikmatan saat bunga yang lain layu dan lusuh.IMG_0131

Setelah puas memberi dirinya dinikmati, diabadikan dalam jepretan kamera, bunga pohon Sepe akan perlahan-lahan layu dan gugur – helai demi helai. Sepe akhirnya hanya akan terlihat sebagai pohon biasa lagi yang berdaun hijau. Warna merah seketika berubah menjadi hijau. Tak ada lagi warna merah dan butuh waktu setahun lagi untuk bisa menikmati keindahan warna mekar bunganya ini. Biasanya mekar bunga pohon ini terjadi pada bulan November sampai Desember dalam tahun.

Indah memang. Seandainya pemerintah propinsi NTT menaruh perhatian khusus pada si Sepe dan menjadikannya objek wisata yang menarik. πŸ™‚

*Google search

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Go Green: Simbolisasi dan Suatu Pertanda

2 September 2014 menjadi hari yang sangat penting untuk ‘lembaga biru’ (baca: Plan Indonesia) tempat saya bekerja saat ini. Tanggal ini menjadi penting karena secara khusus lembaga ini merayakan Ulang Tahunnya yang ke-45 – artinya Plan sudah berkarya selama 45 tahun di negeri tercinta Indonesia. Lebih jauh tentang Plan Indonesia bisa dibaca di sini.

Dalam rangka memeriahkan hari jadi ini, maka tema besar yang diusung adalah ‘Go Green’ dengan semangat 45. Terpampang dalam official banner (banner resmi ULTA), bahwa 45 identik dengan semangat perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaannya, maka semangat yang sama yang mau ditransfer oleh lembaga ini dalam mengkampanyekan semangat Go Green – semangat mencinta bumi dengan menanam tanaman hijau.

Perayaan ULTA ini dirayakan secara serempak oleh semua kantor perwakilan Plan di beberapa wilayah Indonesia. Plan Program Unit Soe adalah salah satu kantor perwakilan Plan di kabupaten TTS – NTT. Sebagai bagian dari anggota keluarga lembaga biru, maka semua staff ikut ambil bagian dalam memeriahkan hari jadinya ini.

Plan PU SoE, sebutan singkatnya demikian, mewujudnyatakan tema besar ulang tahun Plan Indonesia dalam konteks budaya lokal di kabupaten TTS. Kali ini Plan PU Soe mencoba merayakan hari jadi Plan Indonesia di luar kantor, lebih tepatnya perayaan ini dilakukan di salah satu sekolah, Sekolah Satap Penmina yang masuk dalam wilayah dampingan Plan. Plan PU Soe mencoba merayakannya bersama anak-anak sekolah, guru-guru dan masyarakat – perwakilan masyarakat dengan tujuan yang lebih jauh dan mulia yaitu untuk mempromosikan semangat Go Green.

Bahwa semangat Go Green bukan hanya menjadi sebuah tema yang tertulis indah tetapi tema ini harus menjadi semangat bersama – semangat β€˜lembaga biru’ sebagai sebuah LSM yang merangkul dan mengajak masyarakat untuk mencintai bumi dengan gerakan penghijauan.

Menjadi nilai tambah bahwa Plan Unit Soe sudah memilih tempat yang tepat di mana semangat Go Green dilakukan bersama anak-anak sekolah. Plan PU Soe menyediakan 450 anakan dan ditanam oleh anak-anak sekolah, guru-guru dan perwakilan beberapa masyarakat desa.

Semangat Go Green!

Semangat Go Green bersama anak-anak dan guru-guru!


Tanggal 2 September 2014 menjadi hari yang bersejarah untuk lembaga biru secara umum tetapi lebih khusus ini sangat berkesan untuk Plan PU Soe. Semua staff bersama anak-anak sekolah, guru-guru dan beberapa tokoh masyarakat nampak antusias untuk menanam anakan di sekitar lingkungan sekolah. Masing-masing anak diberi anakan. Mereka menggali lubang sendiri dan menanam anakannya. Tak lupa anakannya langsung disiram dengan air. Beruntung sekali bahwa lokasi sekolah ini ternyata sangat dekat dengan sebuah danau kecil.

Anak-anak didampingi oleh guru-guru dan staff Plan sendiri. Berkali-kali anak-anak dititipi pesan untuk selalu merawat tanamannya, menyiram tanamannya hingga tumbuh besar. Sangat mengesankan. Peristiwa hari ini hanya simbolisasi semangat Go Green – gerakan penghijauan akan tetapi juga menjadi suatu pertanda yang baik karena sudah mengajarkan anak-anak usia dini untuk mencintai lingkungannya, mencintai alamnya, mencintai buminya.

Sebagaimana bumi yang semakin tidak bersahabat – iklim yang tak menentu, perubahan cuaca, suhu bumi yang semakin panas (global warming) maka sekiranya hal kecil yang dilakukan bersama ini bisa membangkitkan kesadaran, menumbuhkan cinta akan alam semesta. Semoga simbolisasi yang dilakukan Plan PU Soe menjadi pertanda baik bagi anak-anak di wilayah dampingannya.

NB: Sekedar sharing dan dokumentasi mengenai kegiatan yang dilakukan Plan di desa!