Dear Karina Nadila Niab…

Saya sangat menikmati proses pemilihan Puteri Indonesia 2017 yang ditayangkan live di salah satu stasiun TV swasta. 4 jam saya menonton tayangan langsung ini. Awalnya saya senang menonton bukan karena ingin melihat pemilihan Putri Indonesia, apalagi saya tahu bahwa selama ini – tahun demi tahun propinsi NTT belum pernah mendapatkan juara dan prestasi terbaik sebelumnya yaitu 2 kali masuk dalam fase top 10, tahun 2015 dan tahun 2012 – 2013 (sumber: Putri NTT ). Alasan saya bertahan menyaksikan live ini karena ada penampilan Magenta Orchestra yang di-lead oleh bang Andi Rianto – my favorite karena saya suka musik orkestra. Selain itu juga karena ada penampilan spesial dari Daniel Powter . Dan saya tahu pasti beliau akan menyanyikan lagu hits-nya, ‘Bad Day’.

Beberapa saat menyaksikan proses pemilihan ini, antusias saya tiba-tiba meningkat kala melihat wakil dari propinsi NTT melaju ke babak 10 besar. Ya, ada sedikit hiburan dan boleh dikata ‘luar biasa’. Masyarakat NTT yang menyaksikan tayangan ini pasti ikut merasa senang dan antusias. 10 besar rasanya sudah juara. Kita bangga akan propinsi NTT dalam ajang pemilihan bergengsi seperti ini walau baru masuk 10 besar.

Saya pun menunggu proses selanjutnya yaitu proses tanya jawab seperti yang diserukan oleh host Chocky Sitohang dan Zivanna Letisha Siregar . Dan ketika mendengar jawaban anda yang tepat dan penuh percaya diri, saya sudah menduga bahwa anda akan melaju sempurna ke babak 5 besar. Tepat kan, dengan senyum manis manja anda melangkah maju saat nama anda disebutkan untuk maju ke babak 5 besar (tahun ini sebutannya 6 besar karena ada tambahan 1 quota pilihan pemirsa). Katong semakin bangga. Beberapa orang yang menonton bersama saya (baca adik-adik) mulai bertanya-tanya. Ini nona ke pernah liat di mana ko?! Ini nona kayanya dari Kupang kah?! Kayanya ini nona tinggal di Jawa?! Kayanya dia artis?! Ya, walau ada banyak pertanyaan dan kontroversi sana-sini tetapi kita tetap bangga punya wakil NTT di babak 6 besar ini.

Proses tanya jawab di babak 6 besar dimulai. Pada sesi ini tim juri yang memberikan pertanyaan setelah peserta memilih buah apel yang di dalamnya berisi nama si penanya. Saya kok bisa ikut-ikutan deg-degan menanti giliran anda. Beberapa peserta sudah menjawab dan rasanya pertanyaan-pertanyaannya cukup sulit sehingga beberapa peserta menjawab dengan terbata-bata dan kelihatan gugupnya.

Tiba giliran anda. Saya menanti anda memberikan jawaban 😀 . Dan sangat mengesankan. Excellent dear Karina. Saya kira ini momen terbaik anda dalam proses pemilihan Puteri Indonesia 2017. Pertanyaan dijawab dengan sempurna dan percaya diri. Suara anda lantang dengan mimik yang anggun mempesona. Jawaban anda mengenai sejarah yang hanya tersimpan di perpustakaan itu sangat luar biasa. Saya kira dewan juri juga sangat terpanah dengan jawaban anda dan the best dari peserta 6 besar yang lain. Saya sangat yakin bahwa anda maju ke babak 3 besar.

Karina Nadila, NTT.

Perkiraan saya tepat. Anda di 3 besar. Kali ini lebih luar biasa karena sejauh ini belum ada Puteri NTT yang melaju ke babak 3 besar. Anda merupakan yang pertama bagi wakil NTT di ajang pemilihan Puteri Indonesia yang sudah dilaksanakan sejak tahun 1992. Tentunya orang NTT sangat bangga. 10 besar rasanya seperti sudah juara, apalagi babak 3 besar. Keyakinan pun sempat melayang tinggi bahwa anda akan dimahkotai sebagai Puteri Indonesia 2017. Dan kali ini alasan masih bertahan menonton pemilihan Puteri Indonesia yang ke-21 ini adalah karena ada wakil propinsi NTT dan itu anda dear nona Karina.

Dear Karina…well, this is a competition. There is another god in a competition which is Jury. Selama proses pemilihan ini anda mungkin tahu siapa yang berhak atas mahkota juara, tetapi keputusan juri adalah hal yang mutlak dan tak dapat diganggu gugat. Anda sudah tampil maksimal, tetapi kembali bahwa juri sangat memegang peranan penting dalam kompetisi ini.

Tragedi pembacaan ulang runner up 2 tentu sangat mengecewakan. Amplop segel yang dibuka oleh host ternama dan berkelas seperti Chocky Sitohang rupanya adalah kekeliruan dan tak sah. Rupanya host sekelas Chocky dan Zhivanna bisa salah membaca nama peraih runner up 2 Puteri Indonesia 2017. Anyway kita tetap berpikir positif bahwa host dan juri sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, transparan dan akuntabel. And no cheatting.

Dear Karina… anda adalah pemenang di hati orang NTT walau hanya dinobatkan sebagai runner up 2 Puteri Indonesia 2017. Prestasi yang tentunya di luar dugaan karena merupakan yang pertama dalam ajang kompetisi ini. Anda sudah membantu mengharumkan nama NTT dalam ajang kompetisi level nasional seperti ini. Belum lama ini nama-nama seperti Mario Klau dan Andmesh Kamleng menjuarai kompetisi pencarian bakat yang ditayangkan TV swasta. Anda juga dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia 2017 sudah menaikan harkat dan martabat orang NTT. Propinsi NTT ini adalah propinsi yang besar dan sudah sepantasnya dibicarakan bukan kerena kemiskinan dan kekeringan tetapi karena kualitas manusianya yang bisa memberi perubahan bagi kemajuan Indonesia dalam dunia seni.

Dear Karina…anda dinobatkan menjadi runner up 2 Puteri Indonesia dan otomatis anda juga dinobatkan sebagai Puteri Pariwisata Indonesia 2017. Ini sangat menarik dan tentunya menantang. Sama seperti Indonesia, orang asing lebih mengenal Bali dari pada Indonesia itu sendiri. Orang Indonesia lebih mengenal Labuan Bajo dari pada NTT. Artinya bahwa pariwisata di NTT perlu mendapat perhatian lebih. Ada banyak sumber daya pariwisata di NTT tetapi baru ¼ yang dikelola dengan baik. Ada banyak tempat wisata di NTT seperti wisata pantai, wisata pegunungan, wisata hutan, wisata air terjun, wisata religi tetapi belum dimaksimalkan. Semoga kehadiran anda sebagai Runner Up 2 Puteri Indonesia 2017 dan sebagai Duta Pariwisata Indonesia 2017 bisa membawa berkah bagi kemajuan pariwisata di propinsi NTT.

Akhir kata, selamat atas pencapaian anda dan selamat berkarya untuk kemajuan Indonesia dan kemajuan propinsi NTT. Kotong Orang NTT Bisa!

Salam

KarinaKarinaa

Advertisements